Sahran Raden, Tiga Tantangan Pencalonan dimasa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Dok. Jaripede

Poso,Jaripedenews- Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden mengatakan, ada tiga tantangan pencalonan pemilihan serentak dimasa Pandemi Covid 19.

“Setidaknya ada tantangan yang kita hadapi dalam tahapan pencalonan di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, pertama, keamanan dan keselamatan petugas atau penyelenggara pemilu, kedua, kekhawatiran adanya kluster baru penularan, ketiga, menurunnya kualitas proses pencalonan, karena adanya pembatasan dalam pelaksanaan tahapan pemilihan dikarenakan adanya wabah corona virus,” hal itu dikemukakan Sahran, dalam materinya pada sosialisasi tata cara pencalonan pemilihan serentak dimasa pandemi Covid 19, Rabu, (19/8) di kantor KPU Kab Poso

Sahran menambahkan, saat pendaftaran pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota sesuai ketentuan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang penggunaan protokol kesehatan.

Dia melanjutkan, sesuai tahapan pemilihan, jadwal tahapan pendaftaran calon dimulai tanggal 4-6 September 2020, pendaftaran hari pertama dan kedua dilaksanakan dampai Pukul 16.00 Wita. Sedangkan hari ketiga, kata Sahran, dilaksanakan sampai pukul 24.00.

“Dalam pendaftaran calon partai politik dan gabungan partai politik serta pasangan calon wajib hadir di kantor KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota. KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota kami tidak akan menerima dokumen pencalonan jika tidak dihadiri oleh pasangan calon atau partai Politik,”tandas Sahran.

Terkait dengan hal itu, Sahran meminta partai politik perlu berkordinasi dengan KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota sebelum pasangan calon atau gabungan partai pengusung datang ke kantor, KPU Kab/Kota, menentukan waktu pendaftaran selama tiga hari.

“Jadi KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota berkordinasi dengan Parpol untuk mengatur kedatangan pasangan calon tang mendaftar,”jelasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Sahran, pendaftaran calon dilaksanakan dengan protokol kesehatan, membatasi peserta yang hadir. Selain itu, saat tahapan ini, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota memanfaatkan media daring, live dimedia sosial agar dapat diikuti oleh masyarakat umum.

“Dipastikan semua patuh pada protokol kesehatan dengan menggunakan alat pelindung diri, seperti masker yang menutupi mulut, hidung sampai dagu, menjaga jarak, cuci tangan dengan sabun pada air mengalir sebelum tatap muka dengan pasangan calon yg hadir, menyediakan cairan antiseptik dan pengecekan suhu tubuh dengan thermogun,” pungkasnya.(ajr)

  • Whatsapp

Pos terkait