Sahran Raden: Seleksi Badan Adhoc Pemilu 2024 Harus Diisi Orang Berintegritas

Palu, Jaripedenews.com – Seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang akan dilaksanakan oleh KPU pada bulan november 2022 ini, harus diisi oleh mereka yang memiliki kapabilitas, kualitas, pengalaman kepemiluan dan integritas yang baik.  Demikian kata Sahran Raden  anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah, saat menjadi pembicara di kegiatan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi penyelenggara badan adhoc pada Pemilu 2024 dilaksanakan oleh Jaringan Pemilu dan Demokrasi (Jaripede) Sulteng di Aula Kemenag Kota Palu, Sabtu (12/11)

“Ditengah kompleksitas pemilu 2024, PPK dan PPS harus memiliki kemampuan dan integritas yang baik untuk menjaga pemilu 2024 dapat berjalan secara demokratis dan berkualitas. PPK dan PPS itu sebagai lokomotif dan ujung tombak KPU, KPU provinsi dan KPU kabupaten/Kota”, ucap Sahran.

Bacaan Lainnya

Sahran Raden juga mengatakan bahwa tugas PPK dan PPS sangat berat. Melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan pemilu  ditingkat kecamatan, melakukan pemutakhiran  data pemilih, melakukan rekapitulasi penghitungan hasil suara pemilu DPR, DPD, Presiden dan Wakil Presiden  serta pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota.

“Sebagai instrumen untuk menyeleksi PPK dan PPS, maka KPU mensyaratkan bahwa anggota PPK dan PPS itu memiliki kepribadian yang berintegritas, jujur dan terpercaya,” tutur mantan Ketua KPU Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2013-2018 ini.

Lanjut Sahran, anggota PPK dan PPS juga bukan anggota partai politik, tim kampanye dan saksi partai politik dalam pemilu dan pilkada paling rendah 5 tahun yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

Secara subtansial bahwa syarat memiliki kepribabdian yang berintegritas, jujur dan adil dapat dimaknai termasuk didalamnya tidak pernah diberi sanksi pemberhentian tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara  Pemilu (DKPP) atau pemberhentian yang diberikan oleh KPU Kab/Kota.

Sebelumnya, Jaripede Sulawesi Tengah menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi penyelenggara badan adhoc pada Pemilu 2024. Kegiatan ini menghadirkan peserta sebanyak 50 orang.

Direktur Jaripede Sulteng Syafiyamilza Randalembah mengatakan, bahwa Jaripede sebagai salah satu komponen masyarakat sipil harus bisa memastikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaran pemilu di Sulawesi Tengah dapat diakses oleh semua orang.

“penyelengaraan seleksi PPK dan PPS harus dapat dipastikan berjalan secara terbuka dan berkepastian hukum. KPU sebagai penyelenggara pemilu harus memberikan kesempatan yang setara kepada semua orang sepanjang memenuhi syarat untuk ikut dalam seleksi PPK dan PPS  ini,” Ucap Syafiyamilza yang akrab disapa Icha ini dalam sambutannya.

Pos terkait