PMII Diskusi Soal Suara Milenial di Pilkada Poso

  • Whatsapp
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesa (PMII) bekerjasama dengan JariPeDe, dan KPU Poso menyelenggarakan focus group discussion (FGD) di cafe Banua Momberata, Rabu 22 Januari 2020.  (Foto:Nisa/JariPeDenews.com)

Poso, JariPeDenews.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesa (PMII) bekerjasama dengan JariPeDe, dan KPU Poso menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Menakar Suara Milenial di Pilkada Kabupaten Poso tahun 2020” di cafe Banua Momberata, Rabu 22 Januari 2020.

Kegiatan diikuti lebih dari 50 peserta kaum milenial terdiri dari siswa-siswi SMA, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan dan organisasi kemahasiswaan. Tiga narasumber yakni anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden S.Ag, MH; Ketua KPU Kabupaten Poso, Budiman Maliki S.Sos.; dan Anggota Bawaslu Poso, Cristian Oruwo S.H, M.H.

Ketua Cabang PMII Poso, Moh Rizal saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa dalam FGD ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang jadwal dan program tahapan partisipasi politik pemilih dan partisipasi masyarakat terutama kaum milenial pemilih pemula pada Pilkada tahun 2020.

Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Sahran Raden S.Ag, MH. mengatakan generasi milenial yang berumur 17-37 tahun memiliki ideologi cenderung futuristik dan khas, yang berbeda dalam berpolitik dari generasi sebelumnya, tertama dalam penguasaan teknologi dan informasi.

Berdasarkan survey CSIS pada 2019, sebanyak 81,7 % generasi milenial pengguna Facebook, 70,3% menggunakan Whatsapp, dan 54,7% memiliki instagram. Dengan kemahiran menggunakan perangkat teknologi ini, generasi milenial mampu bertukar informasi lebih cepat sehingga dengan mudahnya mempengaruhi pilihan politik generasi milenial lainnya.

Salah satu tantangan KPU adalah bagaimana meningkatkan angka partisipasi pilkada 2020 pada pemilih millenial. Pasalnya, pemilih dari kelompok ini cederung alergi terhadap politik. Pemilih milenial lebih tepat disebut sebagai kelompok “apatis yang kritis”. Mereka lebih suka berpartisipasi dalam bentuk non-konversial, karena memaknai partisipasi politik tidak hanya dalam arena pemilu.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Poso, Budiman Maliki S.Sos. mengatankan, selain menjadi pemilih, milenial juga bisa menjadi bagian dari peyelenggara. KPU saat ini membuka kesempatan untuk menjadi penyelenggara di tingkat kecamatan, desa, dan menjelang hari H, di tingkat TPS. Bukan hanya suara, tetapi menguji tentang sikap partisipasi dan keseriusan kaum milenial untuk bisa menjadi bagian pesta demokrasi.

Anggota Bawaslu Poso, Cristian Oruwo S.H, M.H. mengatakan bahwa saat ini kaum milenial bisa berkontribusi dalam demokrasi karena Bawaslu juga membuka ruang ruang diskusi seperti sosialisasi dan FGD seperti yang dilaksanakan pada malam ini. Bawaslu Poso juga mengajak kalangan milenial berpartisipasi mengawasi jalannya Pilkada Poso 2020. (nisa)

  • Whatsapp

Pos terkait