Pancasila Sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

  • Whatsapp
Sahran Raden (Anggota KPU Sulawesi Tengah)

Sebagai idiologi bangsa, Pancasila merupakan suatu yang final dimana menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. bahkan dalam hubungannya dengan agama pancasila dipandang telah sesuai dengan nilai nilai ajaran agama yang dianut dalam keyakinan agama masing masing di Indonesia. Relasi antara nilai pacasila dan nilai agama ini selanjutnya melahirkan pandangan integralistik dalam bernegara dan beragama.

Pandangan integralistik ini merupakan satu kesatuan utuh yang membentuk nilai agama dan pancasila. Sumblimasi nilai pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan dari nilai nilai agama. Di Indonesia ini didukung oleh rasa kekeluargaan, kebersamaan, persatuan dan kebangsaan sebagai perekat sebagai kekuatan dalam kehidupan bernegara.

Dalam konteks hukum, dikenal suatu teori norma dari Hans Nawiasky yang dikenal dengan die Stuferordnung der Recht Normen, terdapat jenis dan tingkatan suatu aturan yakni: Salah satunya apa yang disebut dengan Staatsfundamentalnorm (Norma fundamental negara sebagai sumber hukum). Jika kembali ke teori Hans Nawiasky, berarti letak Pancasila ada pada tataran staatsfundamentalnorm.

Penempatan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Keberadaan Pancasila tersebut semakin tergerus dalam sistem hukum nasional terutama pada masa orde baru sampai era reformasi. Hal demikian dilatarbelakangi oleh tiga alasan yaitu:

pertama, adanya sikap resistensi terhadap Orde Baru yang memanfaatkan Pancasila demi kelanggengan kekuasaan yang bersifat otoriter.

Kedua, menguatnya pluralisme hukum yang mengakibatkan terjadinya kontradiksi-kontradiksi atau disharmonisasi hukum.

Ketiga, status Pancasila tersebut hanya dijadikan simbol dalam hukum.

Untuk itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk menerapkan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum dalam sistem hukum nasional yaitu: pertama, menjadikan Pancasila sebagai suatu aliran hukum agar tidak terjadi lagi disharmonisasi hukum akibat diterapkannya pluralisme hukum.

Kedua, mendudukkan Pancasila sebagai puncak peraturan perundang-undangan agar Pancasila memiliki daya mengikat terhadap segala jenis peraturan perundang-undangan sehingga tidak melanggar asas lex superiori derogat legi inferiori.

Ayo. Merawat Pancasila Untuk Indonesia Maju.

Selamat Hari Lahir Pancasila.

( Sahran Raden)

  • Whatsapp

Pos terkait