Mengenal Didik Djibran, The Future Leader dari Banggai

  • Whatsapp
Didik Djibran. Foto: Facebook

SEORANG ASN dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tembus “Top 5 The Future Leader” atau pemimpin masa depan versi Kementerian PANRB. Predikat itu diraih berkat Toper Kece, sebuah inovasi layanan publik berbasis online menggantikan sistem konvensional yang kolot dan bikin susah masyarakat. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Pria itu adalah Muhammad Didik Djibran, Sarjana Sains Terapan Pemerintahan (S.STP), lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri tahun 2015. Usianya terbilang muda, 27 tahun. Dua tahun lalu, tanda pangkat lurah diletakkan di atas baku kiri dan kanan pemuda itu. Dia dipercaya menduduki kursi kepemimpinan tingkat kelurahan di Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan.

Selain punya gagasan blilian, dia juga memiliki rasa percaya diri. Lurah Tombang Permai itu ikut seleksi pada ajang Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) tahun 2019. Sebuah ajang yang sarat prestise bagi ASN di seluruh Indonesia.

Didik Djibran pun menembus lima besar kategori The Future Leader. Perjalanan menuju lima besar, tidaklah mudah. Persaingan sangat ketat. Awalnya, sebanyak 1.051 usulan ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan dalam Anugerah ASN 2019 untuk 3 kategori yakni PNS Inspiratif, PPT Pratama Teladan, dan The Future Leader. Didik Djibran mengikuti seleksi kategori The Future Leader, yang diikuti oleh ASN berusia di bawah 38 tahun.

Dia harus melewati serangkaian tahapan mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, sampai akhirnya terpilih lima besar kategori future leader. Khusus kategori The Future Leader ini disaring dari total 274 usulan ASN dari 72 instansi pemerintah.

Lantas apa inovasi Didik Djibran hingga lolos Top 5 Future Leader? Adalah Toper Kece, akronim dari Tombang Permai Kelurahan Cerdas. Program revolusioner yang keren itu “memanjakan” masyarakat di kelurahan yang dipimpinnya.

“Sekarang kita di era industri 4.0. Ketersediaan informasi dan teknologi menjadi sangat penting. Saya punya ide, konsep, dan gagasan yaitu pelayanan publik berbasis online. Masyarakat cukup masuk dalam aplikasi, memasukkan NIK kemudian pengajuan (layanan yang dibutuhkan). Kami akan merespons, bahkan kami siap antarkan dengan layanan delivery sistem,” kata Didik Ismu memperkenalkan konsepnya melalui akun Youtube Kementerian PANRB.

Ada delapan jenis layanan berbasis online itu di antaranya surat keterangan usaha, keterangan domisili, keterangan berkelakukan baik, pengantar KTP dan Kartu Keluarga, keterangan tidak mampu, dan surat keterangan kematian. Masyarakat Kelurahan Tombang Permai tak perlu datang ke kantor kelurahan untuk mengurus jenis surat keterangan tersebut. Itu cara-cara konvensional. Cukup terhubung dengan internet dan mengakses aplikasi Toper Kece.

Masyarakat juga bisa langsung datang ke kelurahan. Di sana sudah disiapkan sebuah monitor yang terhubung dengan internet. “Dengan Toper Kece itu, pelayanan yang biasanya 30 menit, kini cukup 5 menit saja,” katanya.

Menurutnya, era industri 4.0 adalah tantangan yang harus dijawab, termasuk bagi pemerintah. Toper Kece ini bukan sekadar layanan surat keterangan, tapi masyarakat juga bisa menyampaikan pengaduan. “Saya sangat senang dengan layanan Toper Kece ini karena tidak perlu lagi kita capek-capek ke (kantor) kelurahan, diantarkan ke rumah,” kata Kesya Aditya, warga Tombang Permai.

Selain Toper Kece, Didik Djibran juga punya program yang disebutnya Geber Maling alias Gerakan Bersama Selamatkan Lingkungan Kelurahan. Program ini fokus pada kebersihan lingkungan. “Adanya program ini laut dan pantai kilometer 5 menjadi lebih bersih,” katanya.

Pemerintah Kelurahan Tombang Permai tak bergerak sendiri. Masyarakat dilibatkan sebagai pengawal yang menjaga dan menyukseskan program Geber Maling itu. “Program ini lahir satu tahun lalu karena melihat permasalahan lingkungan yang terkontaminasi oleh sampah. Ini menurut saya kemirisan melihat kondisi lingkungan tidak terkelola dengan baik. Masyarakat belum sadar sepenuhnya terkait pengelolaan sampah,” katanya.

Menurutnya, bank sampah adalah solusi terbaik untuk pengelolaan lingkungan. Masyarakat adalah nasabahnya dengan harapan bisa berdampak ekonomi. “Menurut saya bank sampah ini bagus dan membantu siswa untuk bayar SPP,” kata Aditya Saputra, siswa SMK Negeri 2 Luwuk.
Atas program-program tersebut, maka Didik Djibran disebut sebagai Top 5 The Future Leader pada malam Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Senin 2 Desember 2019.

Selain Didik Djibran, empat lainnya untuk The Future Leader adalah Susilo Ratnawati (Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo), Anshar (Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan), Aryo Pamoragung (Kementerian Komunikasi dan Informatika), dan Aldiwan Haira Putra (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Empat Lawang).

Sayangnya, Didik Djibran belum berhasil masuk tiga terbaik sehingga gagal memboyong Piala Adhigana ke Banggai. Tiga terbaik yang menerima Piala Adhigana adalah Susilo Ratnawati, Aryo Pamoragung, dan Aldiwan Haira Putra. Tapi, Top 5 Future Leader sudah cukup membanggakan. Lagi pula, pada ajang itu, Didik Djibran dinobatkan sebagai ASN Favorit Pilihan Netizen. Menteri PANRB, Tjahjo Kumolo yang menyerahkan penghargaan itu. (*)

Pos terkait