KPU Sulteng akan Berikan Pendidikan Pemilih ke Penyandang Disabilitas

  • Whatsapp

Palu, JariPeDenews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah berencana menggandeng Dinas Sosial untuk memberikan pendidikan pemilih bagi kaum difabel di daerah ini. Diharapkan, mereka menggunakan hak pilihnya di pilkada serentak 2020.

“Bahwa ini sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan asas pemilu yang aksesibilitas dimana para difabel menjadi perhatian khusus dalam menjamin hak konstitusionalnya,” kata Sahran Raden, Ahad, 23 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Diketahui Sulteng akan menggelar pemilhan gubernur dan wakil gubernur. Selain itu, delapan kabupaten kota melaksanakan pemilihan bupati dan wakil buupati, walikota dan wakil walikota.

Menurut Sahran Raden, program pemilu inklusif diejawantahkan dalam pemilihan serentak di Sulteng dengan memberi kesetaraan kepada semua pihak termasuk disabilitas.

Sementara itu, dari Jakarta, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz mengemukakan, ada lima hal yang dilakukan oleh KPU RI kaitannya dengan penyandang disabilitas di pemilu. Pertama, kata dia memberi ruang penyandang disabilitas menjadi penyelenggara pemilu.

Kedua, melakukan sosialisasi dan edukasi pemilu. Ketiga, menyediakan bahan kampanye yang ramah disabilitas. Keempat, menyesuaikan kondisi TPS dan alat bantu surat suara supaya dapat diakses baik oleh penyandang disabilitas. Kelima, memprioritaskan urutan memilih untuk pemilih disabilitas.

Hal itu dikemukakan Viryan Aziz disela acara Kampanye ASEAN Enabling Masterplan 2025 di Jakarta, Ahad 23 Februari 2020. Acara itu dilaksanakan oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).

“Senang sekali bisa menghadiri Kampanye ASEAN Enabling Masterplan 2025 yang diadakan PPDI. Rangkaian acaranya keren, asyik, milenial dan humanis abis,” tulis Viryan Aziz melalui akun media sosialnya.

Menurutnya, tak berdaya itu bukan soal disabilitas atau tidak. Ditegaskan, tidak berdaya itu soal mau atau tidak serta sungguh-sungguh atau tidak dalam mengoptimalkan sumberdaya yang ada, meskipun terbatas.

“Secara fungsional, keterbatasan tetap perlu menjadi perhatian dan perlakuan yang menyesuaikan sebagai bentuk perlakuan setara,” tegasnya.

Ditambahkan, pemilih disabilitas pada pilkada serentak 2015 sebanyak 127.346 dan pada pemilu serentak 1.247.730. “Kami mengajak pemilih disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya secara aktif dan bisa memperjuangkan hak-haknya melalui pemilu dan pilkada,” katanya. (*)

Pos terkait