Berdemokrasi dengan Kasih

  • Whatsapp
Nanang I. Palirante

Oleh: Nanang I. Palirante
Penulis, Jurnalis Tinggal di Dolo

Ada pemandangan menarik yang ramai dibagikan sejumlah netizen di media sosial facebook belum lama ini. Pemandangan begitu akrab dan menyejukan. Apa itu. Iya, tiga tokoh terlihat akrab sedang bersenandung disebuah acara. Ketiganya merupakan sosok yang mumpuni, digadang-gadang bakal menjadi orang nomor satu di Sulawesi Tengah yang kini ramai diperbincangkan dijagad publik. Mereka adalah, H. Rusdy Mastura, H. Anwar Hafid dan H. Mohammad Hidayat Lamakarate.

Mereka gencar disorot publik, karena prestasi dan gaya kepemimpinanya yang dirindukan.
Pertama H. Rusdy Mastura atau yang akrab disapa Bung Cudi. Adalah Politisi senior satu-satunya calon Gubernur yang telah memiliki pasangan dan telah mengantongi restu dari Partai NasDem. Ia yang pernah menjabat Wali Kota Palu 2 periode. Kepemimpinannya dinilai mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Kota Palu.

Tidak tangung-tangung sejumlah penghargaan diraihya. Salah satunya, di Tahun 2015 silam pada Event Indonesia attractiviness Index yang digelar PT. Tempo Inti Media Harian. Penghargaan tersebut berkat peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah dari aspek investasi serta peningkatan pelayanan publik.

Selanjutnya ada H. Anwar Hafid, tokoh kelahiran Morowali ini pun namanya kerap disebut-sebut sebagai calon orang nomor satu di daerah ini. Pengalamannya sebagai Bupati Morowali dua periode, menjadi modal untuk memajukan Sulawesi Tengah. Kiprahnya saat memimpin bumi Tepe Asa Maroso itu tidak diragukan.

Kemajuan dan pertumbuhan ekonomi daerah saat masa kepemimpinannya melejit mencapai 13 persen pada tahun 2018, mengalahkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur hanya 4,13 persen di tahun yang sama. Dan Tahun 2016, Indeks Pembangunan Manusia atau IPM mencapai angka tertinggi setelah kota Palu, sebesar 69.69 persen. Megagumkan!

Dan sosok selanjutnya yang saya sajikan adalah, H. Mohammad Hidayat Lamakarate. Karir birokrasinya ia rintis dari bawah. Berbagai jabatan di pemerintahan telah diembannya. Dari Camat Palu Timur, Sekretaris DPRD Kota Palu, Pejabat Bupati Banggai Laut, Pejabat Walikota Palu, hingga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) pun diraihnya di usia yang terbilang cukup muda. Sebuah prestasi luar biasa. Pengalaman birokrasi pun tidak disanksikan.

Kita kembali ke topik. Soal ramainya tiga sosok yang mengispirasi politisi muda dan masyarakat Sulawesi Tengah ini. Di momen itu, mereka dengan tawa dan riang menyanyikan sebuah lagu dari Tagor Pagaribuan, berjudul “jangan salah menilaiku. Kalau kita mengintip Chanel You Tube Global Musik Era Digital, lagu ini begitu populer. Hingga Ahad, 16 Oktober 2020, sebanyak 53.251.604 kali ditonton. Pantas saja. Lagu ini sering terdengar di acara-acara nikahan dan acara lainnya.

Ada pesan tersirat. Iya. Pasti ada. Tinggal masing-masing kita memaknainya. Apa itu, berdemokrasi tidak mesti saling mencaci maki. Dan berkontestasi selalu menjunjung prestasi dan saling mengapresiasi. Meski di bawah meja masing-masing merancang siasat untuk meraih kemenangan.

Para elit mesti memberi teladan bagi konstituennya. Jangan sampai Pilkada malah justru menjadi pembelah antar sesama. Kita tidak ingin, hanya karena beda pilihan, adik dan kakak nyaris adu jotos. Dan bertetangga tidak lagi saling bertegur sapa. Paradigma ini mesti dihilangkan pada setiap gelaran pesta rakyat lima tahunan.

Seluruh unsur mesti bergerak ke arah itu. Jangan lagi ada alat peraga kampanye salahsatu paslon itu dirusak oknum yang tidak bertangungjawab. Jangan lagi ada hoaks (berita palsu) di Pilkada Serentak. Begitu pun dengan politik uang. Untuk isu ini nanti kita bahas selanjutnya. Dan terakhir, mari kita galang dan junjung tinggi demokrasi dengan sepenuh kasih. Dan cita-cita membangun daerah lebih baik lagi dapat terealisasi. Aamiin. Sekian.

  • Whatsapp

Pos terkait